Kamis, 26 November 2015

AFTER FUROSEMIDE



FUROSEMIDE
40 mg
KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung furosemida................ 40 mg

INDIKASI
Furosemida efektif untuk pengobatan berbagai edema seperti:Edema karena gangguan jantung.Edema yang berhubungan dengan ganguan ginjal dan sirosis hati.Supportive measures pada edema otak.Edema yang disebabkan luka bakar.Untuk pengobatan hipertensi ringan dan sedang.Pendukung diuresis yang dipaksakan pada keracunan.
CARA KERJA OBAT
Furosemida adalah suatu derivat asam antranilat yang efektif sebagai diuretik. Mekanisme kerja furosemida adalah menghambat penyerapan kembali natrium oleh sel tubuli ginjal.
Furosemida meningkatkan pengeluaran air, natrium, klorida, kalium dan tidak mempengaruhi tekanan darah yang normal.

DOSIS

Edema dan hipertensi pada orang dewasa dan anak – anak :
Dewasa : 1 – 2 x sehari 1 – 2 tablet.
Anak – anak: Sehari 1 – 3 mg per kg BB/hari, maksimum 40 mg/hari.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

Pemberian furosemida pada pasien diabetes melitus, gula darah dan urin harus diperiksa secara teratur.Pemberian perlu pengawasan ketat dan dosis harus disesuaikan dengan kebutuhan.Dianjurkan untuk memulai dosis kecil.Perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap susunan elektrolit untuk mengetahui kemungkinan  terjadinya ketidakseimbangan.Pasien diharuskan melapor bila terjadi gejala penurunan level serum kalium (diare, muntah, anoreksia).Penderita yang diketahui sensitif terhadap sulfonamida dapat menunjukkan reaksi alergi dengan furosemida.Hindari penggunaan pada penderita edema paru–paru dan tekanan darah menurun sebagai akibat dari infark miokard, diuresis berlebih karena dapat menimbulkan shock.

EFEK SAMPING

Efek samping jarang terjadi dan relatif ringan seperti : mual, muntah, diare, ruam kulit, pruritus dan penglihatan kabur, pemakaian furosemida dengan dosis tinggi atau pemberian dengan jangka waktu lama dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan elektrolit.
Hiperglikemia.Reaksi dermatologik seperti : urtikaria dan eritema multiforma.Gangguan hematologik seperti : agranulositosis, anemia, trombositopenia.

KONTRAINDIKASI

Pasien dengan gangguan defisiensi kalium, glomerolunefritis akut, insufisiensi ginjal akut, wanita hamil dan pasien yang hipersensitif terhadap furosemida.Anuria.Ibu menyusui.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER !!!

KEMASAN FUROSEMIDE



FUROSEMIDE
40 mg

KOMPOSISI

Tiap tablet mengandung Furosemida................ 40 mg

INDIKASI
Furosemida efektif untuk pengobatan berbagai edema seperti: Edema karena gangguan jantung. Edema yang berhubungan dengan ganguan ginjal dan sirosis hati. Supportive measures pada edema otak. Edema yang disebabkan luka bakar. Untuk pengobatan hipertensi ringan dan sedang. Pendukung diuresis yang dipaksakan pada keracunan.
CARA KERJA OBAT
Furosemida adalah suatu derivat asam antranilat yang efektif sebagai diuretik. Mekanisme kerja furosemida adalah menghambat penyerapan kembali natrium oleh sel tubuli ginjal.
Furosemida meningkatkan pengeluaran air, natrium, klorida, kalium dan tidak mempengaruhi tekanan darah yang normal.

DOSIS

Edema dan hipertensi pada orang dewasa dan anak – anak :
Dewasa : 1 – 2 x sehari 1 – 2 tablet.
Anak – anak: Sehari 1 – 3 mg per kg BB/hari, maksimum 40 mg/hari.

PERINGATAN DAN PERHATIAN

Pemberian furosemida pada pasien diabetes melitus, gula darah dan urin harus diperiksa secara teratur. Pemberian perlu pengawasan ketat dan dosis harus disesuaikan dengan kebutuhan. Dianjurkan untuk memulai dosis kecil. Perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap susunan elektrolit untuk mengetahui kemungkinan  terjadinya ketidakseimbangan. Pasien diharuskan melapor bila terjadi gejala penurunan level serum kalium (diare, muntah, anoreksia). Penderita yang diketahui sensitif terhadap sulfonamida dapat menunjukkan reaksi alergi dengan furosemida. Hindari penggunaan pada penderita edema paru–paru dan tekanan darah menurun sebagai akibat dari infark miokard, diuresis berlebih karena dapat menimbulkan shock.

EFEK SAMPING

Efek samping jarang terjadi dan relatif ringan seperti : mual, muntah, diare, ruam kulit, pruritus dan penglihatan kabur, pemakaian furosemida dengan dosis tinggi atau pemberian dengan jangka waktu lama dapat menyebabkan terganggunya keseimbangan elektrolit.
Hiperglikemia. Reaksi dermatologik seperti : urtikaria dan eritema multiforma. Gangguan hematologik seperti : agranulositosis, anemia, trombositopenia.

KONTRAINDIKASI

Pasien dengan gangguan defisiensi kalium, glomerolunefritis akut, insufisiensi ginjal akut, wanita hamil dan pasien yang hipersensitif terhadap furosemida. Anuria. Ibu menyusui.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER !!!