Senin, 04 Januari 2016

Mengapa mengkonsumsi alkohol pada saat hamil dapat menyebabkan kecacatan pada bayi ???



AKADEMI FARMASI THERESIANA SEMARANG
 
BIOKIMIA 
Penulis: Blasia Daro Tri Sangkuti/14.0421
             Danang Prastowo /14.0405

Lahirnya sang buah hati adalah saat-saat yang ditunggu. Banyak hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan untuk mempersiapkannya sebaik mungkin. Kehamilan merupakan anugerah yang dinanti-nantikan oleh banyak keluarga, sehingga Anda pastilah ingin memberikan yang terbaik bagi janin yang berada dalam kandungan Anda. Dan tidaklah heran bahwa orangtua, sahabat dan keluarga banyak yang memberi nasihat mengenai makanan apa saja yang sebaiknya Anda konsumsi saat hamil.
Setiap orang wajib dan perlu mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Terutama ibu hamil yang harus memberikan nutrisi bagi dua tubuh yaitu tubuh ibu dan tubuh janin yang dikandungnya. Banyak saran yang menyatakan bahwa buah merupakan salah satu jenis makanan yang sangat bermanfaat karena kandungan nutrisi, vitamin dan mineralnya yang tinggi. Namun perlu diketahui juga apa saja yang harus dihindari pada saat hamil, disini kami akan mengupas tentang bahaya mengkonsumsi alkohol pada saat hamil. Mengapa seorang wanita yang sering mengkonsumsi alkohol ketika hamil akan memiliki resiko bayi mengalami kerusakan otak. Bukan hanya itu, perkembangan janin dalam kandunganpun menjadi terganggu.
Membicarakan dampak buruk alkohol tentu tidak terlepas dari kandungan berbahaya di dalam alkohol itu sendiri. Sebelum kita tahu apa saja dampak buruk alkohol selama kehamilan ada baiknya kita tahu apa saja kandungan berbahaya di dalam alkohol. Berikut ini berbagai macam kandungan berbahaya yang ada di dalam alkohol di minuman oplosan yang harus anda ketahui :
1. Etanol
Etanol disebut juga dengan etil alkohol, alkohol yang murni, alkohol absolute dan alkohol saja. Jenis zat ini berupa cairan yang mudah menguap, mudah untuk terbakar, tidak memiliki warna dan jenis zat alkohol yang paling mudah ditemui sehari-hari. Etanol bisa didapatkan dari gula yang difermentasikan, efek memabukkan etanol sudah diketahui sejak dahulu kala.
Saat ini di jaman modern etanol digunakan untuk industri dalam pengilangan minyak bumi .Zat yang seharusnya digunakan di dalam industri bukankah sebaiknya jangan dikonsumsi dan dimasukkan di dalam tubuh.
2. Metanol
Metanol merupakan zat berbahaya yang ditemukan dalam minuman beralkohol. Metanol sebenarnya bukanlah jenis alkohol yang tepat untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang biasa digunakan untuk bahan bakar dan juga sebagai pelarut. Metanol merupakan zat beracun bagi tubuh manusia oleh sebab itu metanol dilarang masuk ke dalam tubuh manusia.
Metabolisme alkohol terutama terjadi di dalam hati. Bila diminum dalam dosis rendah, alkohol dipecah oleh enzim alkohol dehidrogenase menjadi asetaldehida (hampir 95% etanol dalam tubuh akan teroksidasi menjadi asetaldehid dan asetat, sedangkan 5% sisanya akan dieksresi bersama urin). Enzim ini membutuhkan seng (Zn) sebagai katalisator. Asetaldehida kemudian diubah menjadi asetil KoA, lagi-lagi oleh enzim dehidrogenase. Kedua reaksi ini membutuhkan koenzim NAD. Ion H yang terbentuk diikat oleh NAD dan membentuk NADH. Asetil KoA kemudian memasuki siklus asam trikarboksilik (TCA), yang kemudian menghasilkan NADH, FADH2, dan GTP yang digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yaitu senyawa energi tinggi yang berperan sebagai cadangan energi yang bergerak di dalam sel. Namun bila alkohol yang diminum banyak, enzim dehidrogenase tidak cukup untuk memetabolisme seluruh alkohol menjadi asetaldehida. Sebagai penggantinya hati menggunakan sistem enzim lain yang dinamakan Microsomal Ethanol Oxidizng System (MEOS)(Alex: 2005).

Menurut penelitian yang dilakukan para dokter di University of Illinois and Chicago (UIC) College of Medicine menggunakan scan otak MRI untuk meneliti berapa besar pengaruh alkohol dalam mempengaruhi otak, terutama bagaimana alkohol mengurangi interaksi amygdala dan prefrontal cortex  Amigdala adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond serta merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem syaraf yang mempengaruhi aspek kognitif. Sementara prefrontal cortex (PFC), anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain), berada di depan area motorik dan premotor, yang bertugas untuk mengambil keputusan serta mempertimbangkan hal-hal yang positif(Edy: 2009).

Bila kita minum minuman yang beralkohol, maka yang akan terjadi adalah tidak saling berinteraksinya kedua sistem dalam otak baik bagi kita maupun bagi janin yang dikandung. Amygdala dan prefrontal cortex memiliki hubungan yang dinamis dan interaktif. Jika kedua area ini dipisahkan, seperti saat mabuk berat, kemampuan menilai dan merespon secara layak terhadap pesan non-verbal, seperti mudah marah, tersinggung dan tidak bisa mengendalikan diri. Alkohol akan terlarut dalam lipid yang memicu berbagai efek neurokimia, yaitu meningkatkan aktivitas neurotransmiter seperti dopamine dan norepinefrin (Alex: 2005). Disinilah asetaldehida yang dihasilkan dari pemecahan alkohol oleh enzim dehidrogenase, manakala berinteraksi kembali dengan alkohol akan mempengaruhi kerja dopamine untuk menghasilkan senyawa yang menyebabkan kecanduan terhadap alkohol (Alex: 2005).

Demikianlah ilmu biokimia menjelaskan, bagaimana dampak terhadap tubuh jika mengonsumsi minuman beralkohol dan tentunya berpengaruh kepada janin yang dikandung Oleh karena itu, tidak ada yang lebih baik daripada mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan supaya bayi yang dikandung mendapatkan gizi yang seimbang.


 

Daftar Pustaka
Al Ghazali, Imam (2002), Benang Tipis antara Halal dan Haram, Surabaya: Putra Pelajar.
Apriyantono, 2005. Halal Foods. Program Studi Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Alex Paton,2005,Alkohol in the body, BMJ Publishing Group.
Qardhawi, Yusuf., 2000, Halal dan Haram dalam Islam, (terjemahan),Surabaya: Era Intermedia. - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/opini/bagaimana-mekanisme-alkohol-pengaruhi-tubuh-manusia#sthash.LyQJajF7.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar