AKADEMI FARMASI THERESIANA SEMARANG
BIOKIMIA
Penulis: Blasia Daro Tri Sangkuti/14.0421
Danang Prastowo /14.0405
Lahirnya
sang buah hati adalah saat-saat yang ditunggu. Banyak hal yang perlu
diperhatikan selama masa kehamilan untuk mempersiapkannya sebaik mungkin.
Kehamilan merupakan anugerah yang dinanti-nantikan oleh banyak keluarga,
sehingga Anda pastilah ingin memberikan yang terbaik bagi janin yang berada
dalam kandungan Anda. Dan tidaklah heran bahwa orangtua, sahabat dan keluarga
banyak yang memberi nasihat mengenai makanan apa saja yang sebaiknya Anda
konsumsi saat hamil.
Setiap
orang wajib dan perlu mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Terutama ibu hamil
yang harus memberikan nutrisi bagi dua tubuh yaitu tubuh ibu dan tubuh janin
yang dikandungnya. Banyak saran yang menyatakan bahwa buah merupakan salah satu
jenis makanan yang sangat bermanfaat karena kandungan nutrisi, vitamin dan
mineralnya yang tinggi. Namun perlu diketahui juga apa saja yang harus
dihindari pada saat hamil, disini kami akan mengupas tentang bahaya
mengkonsumsi alkohol pada saat hamil. Mengapa seorang wanita yang sering
mengkonsumsi alkohol ketika hamil akan memiliki resiko bayi mengalami kerusakan
otak. Bukan hanya itu, perkembangan janin dalam kandunganpun menjadi terganggu.
Membicarakan
dampak buruk alkohol tentu tidak terlepas dari kandungan berbahaya di dalam
alkohol itu sendiri. Sebelum kita tahu apa saja dampak buruk alkohol selama
kehamilan ada baiknya kita tahu apa saja kandungan berbahaya di dalam
alkohol. Berikut ini berbagai macam kandungan berbahaya yang ada di dalam
alkohol di minuman oplosan yang harus anda ketahui :
1. Etanol
Etanol disebut juga dengan etil
alkohol, alkohol yang murni, alkohol absolute dan alkohol saja. Jenis zat ini
berupa cairan yang mudah menguap, mudah untuk terbakar, tidak memiliki warna
dan jenis zat alkohol yang paling mudah ditemui sehari-hari. Etanol bisa
didapatkan dari gula yang difermentasikan, efek memabukkan etanol sudah
diketahui sejak dahulu kala.
Saat ini di jaman modern etanol
digunakan untuk industri dalam pengilangan minyak bumi .Zat yang seharusnya
digunakan di dalam industri bukankah sebaiknya jangan dikonsumsi dan dimasukkan
di dalam tubuh.
2. Metanol
Metanol merupakan zat berbahaya
yang ditemukan dalam minuman beralkohol. Metanol sebenarnya bukanlah jenis
alkohol yang tepat untuk dikonsumsi. Metanol merupakan jenis alkohol yang biasa
digunakan untuk bahan bakar dan juga sebagai pelarut. Metanol merupakan zat
beracun bagi tubuh manusia oleh sebab itu metanol dilarang masuk ke dalam tubuh
manusia.
Metabolisme alkohol terutama terjadi di dalam hati.
Bila diminum dalam dosis rendah, alkohol dipecah oleh enzim alkohol
dehidrogenase menjadi asetaldehida (hampir 95% etanol dalam tubuh akan
teroksidasi menjadi asetaldehid dan asetat, sedangkan 5% sisanya akan dieksresi
bersama urin). Enzim ini membutuhkan seng (Zn) sebagai katalisator.
Asetaldehida kemudian diubah menjadi asetil KoA, lagi-lagi oleh enzim
dehidrogenase. Kedua reaksi ini membutuhkan koenzim NAD. Ion H yang
terbentuk diikat oleh NAD dan membentuk NADH. Asetil KoA kemudian memasuki
siklus asam trikarboksilik (TCA), yang kemudian menghasilkan NADH, FADH2, dan
GTP yang digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yaitu senyawa
energi tinggi yang berperan sebagai cadangan energi yang bergerak di dalam
sel. Namun bila alkohol yang diminum banyak, enzim dehidrogenase tidak
cukup untuk memetabolisme seluruh alkohol menjadi asetaldehida. Sebagai
penggantinya hati menggunakan sistem enzim lain yang dinamakan Microsomal
Ethanol Oxidizng System (MEOS)(Alex: 2005).
Menurut penelitian yang dilakukan para dokter di University of Illinois and Chicago (UIC) College of Medicine menggunakan scan otak MRI untuk meneliti berapa besar pengaruh alkohol dalam mempengaruhi otak, terutama bagaimana alkohol mengurangi interaksi amygdala dan prefrontal cortex Amigdala adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond serta merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem syaraf yang mempengaruhi aspek kognitif. Sementara prefrontal cortex (PFC), anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain), berada di depan area motorik dan premotor, yang bertugas untuk mengambil keputusan serta mempertimbangkan hal-hal yang positif(Edy: 2009).
Bila kita minum minuman yang beralkohol, maka yang akan terjadi adalah tidak saling berinteraksinya kedua sistem dalam otak baik bagi kita maupun bagi janin yang dikandung. Amygdala dan prefrontal cortex memiliki hubungan yang dinamis dan interaktif. Jika kedua area ini dipisahkan, seperti saat mabuk berat, kemampuan menilai dan merespon secara layak terhadap pesan non-verbal, seperti mudah marah, tersinggung dan tidak bisa mengendalikan diri. Alkohol akan terlarut dalam lipid yang memicu berbagai efek neurokimia, yaitu meningkatkan aktivitas neurotransmiter seperti dopamine dan norepinefrin (Alex: 2005). Disinilah asetaldehida yang dihasilkan dari pemecahan alkohol oleh enzim dehidrogenase, manakala berinteraksi kembali dengan alkohol akan mempengaruhi kerja dopamine untuk menghasilkan senyawa yang menyebabkan kecanduan terhadap alkohol (Alex: 2005).
Demikianlah ilmu biokimia menjelaskan, bagaimana dampak terhadap tubuh jika mengonsumsi minuman beralkohol dan tentunya berpengaruh kepada janin yang dikandung Oleh karena itu, tidak ada yang lebih baik daripada mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan supaya bayi yang dikandung mendapatkan gizi yang seimbang.
Menurut penelitian yang dilakukan para dokter di University of Illinois and Chicago (UIC) College of Medicine menggunakan scan otak MRI untuk meneliti berapa besar pengaruh alkohol dalam mempengaruhi otak, terutama bagaimana alkohol mengurangi interaksi amygdala dan prefrontal cortex Amigdala adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond serta merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem syaraf yang mempengaruhi aspek kognitif. Sementara prefrontal cortex (PFC), anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain), berada di depan area motorik dan premotor, yang bertugas untuk mengambil keputusan serta mempertimbangkan hal-hal yang positif(Edy: 2009).
Bila kita minum minuman yang beralkohol, maka yang akan terjadi adalah tidak saling berinteraksinya kedua sistem dalam otak baik bagi kita maupun bagi janin yang dikandung. Amygdala dan prefrontal cortex memiliki hubungan yang dinamis dan interaktif. Jika kedua area ini dipisahkan, seperti saat mabuk berat, kemampuan menilai dan merespon secara layak terhadap pesan non-verbal, seperti mudah marah, tersinggung dan tidak bisa mengendalikan diri. Alkohol akan terlarut dalam lipid yang memicu berbagai efek neurokimia, yaitu meningkatkan aktivitas neurotransmiter seperti dopamine dan norepinefrin (Alex: 2005). Disinilah asetaldehida yang dihasilkan dari pemecahan alkohol oleh enzim dehidrogenase, manakala berinteraksi kembali dengan alkohol akan mempengaruhi kerja dopamine untuk menghasilkan senyawa yang menyebabkan kecanduan terhadap alkohol (Alex: 2005).
Demikianlah ilmu biokimia menjelaskan, bagaimana dampak terhadap tubuh jika mengonsumsi minuman beralkohol dan tentunya berpengaruh kepada janin yang dikandung Oleh karena itu, tidak ada yang lebih baik daripada mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan supaya bayi yang dikandung mendapatkan gizi yang seimbang.
Daftar Pustaka
Al Ghazali,
Imam (2002), Benang Tipis antara Halal dan Haram, Surabaya: Putra
Pelajar.
Apriyantono, 2005. Halal Foods. Program Studi Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Alex Paton,2005,Alkohol in the body, BMJ Publishing Group.
Apriyantono, 2005. Halal Foods. Program Studi Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Alex Paton,2005,Alkohol in the body, BMJ Publishing Group.
Qardhawi,
Yusuf., 2000, Halal dan Haram dalam Islam, (terjemahan),Surabaya: Era
Intermedia. - See more at:
http://bimasislam.kemenag.go.id/post/opini/bagaimana-mekanisme-alkohol-pengaruhi-tubuh-manusia#sthash.LyQJajF7.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar